Pakan mewakili 60–70 persen dari total biaya operasional feedlot. Ini berarti manajemen pakan yang buruk bukan hanya masalah performa ternak — ini adalah masalah bisnis yang langsung mempengaruhi profitabilitas. Dan untuk sapi live export Australia yang baru tiba, manajemen pakan yang benar dimulai jauh sebelum ransum penggemukan penuh diberikan.
Selama perjalanan laut, sapi live export Australia diberi pakan jerami dan konsentrat dalam jumlah terbatas. Sistem pencernaan mereka — khususnya rumen — telah beradaptasi dengan ransum rendah energi ini. Ketika mereka tiba di feedlot dan langsung diberikan ransum penggemukan berenergi tinggi, rumen tidak siap untuk memfermentasi pakan tersebut dengan benar. Hasilnya adalah acidosis rumen — kondisi yang menyakitkan dan berpotensi fatal yang juga menghancurkan performa pertumbuhan jangka panjang.
Berdasarkan pengalaman di lapangan feedlot Australia dan Indonesia, ada beberapa kesalahan nutrisi yang berulang kali terjadi dan berdampak besar pada performa dan tingkat kematian.
Setelah sapi melewati periode transisi dengan baik, fokus beralih ke memaksimalkan Average Daily Gain (ADG). Target ADG yang realistis untuk sapi Bos Taurus Australia di feedlot Indonesia adalah 1,2–1,6 kg per hari, tergantung pada ras, berat masuk, dan kualitas ransum. Untuk mencapai ini secara konsisten, formulasi ransum harus didasarkan pada analisis bahan baku lokal yang aktual — bukan asumsi atau tabel standar.
Ingin mengoptimalkan program pakan di feedlot Anda? Hubungi Jarrod untuk konsultasi nutrisi yang disesuaikan.
Hubungi Kami