Semua Artikel
28 Februari 20266 menit baca

Manajemen Pakan dan Nutrisi untuk Sapi Impor Australia: Transisi yang Tepat

Manajemen pakan dan nutrisi untuk sapi impor Australia di feedlot Indonesia

Pakan mewakili 60–70 persen dari total biaya operasional feedlot. Ini berarti manajemen pakan yang buruk bukan hanya masalah performa ternak — ini adalah masalah bisnis yang langsung mempengaruhi profitabilitas. Dan untuk sapi live export Australia yang baru tiba, manajemen pakan yang benar dimulai jauh sebelum ransum penggemukan penuh diberikan.

Mengapa Transisi Pakan Sangat Penting

Selama perjalanan laut, sapi live export Australia diberi pakan jerami dan konsentrat dalam jumlah terbatas. Sistem pencernaan mereka — khususnya rumen — telah beradaptasi dengan ransum rendah energi ini. Ketika mereka tiba di feedlot dan langsung diberikan ransum penggemukan berenergi tinggi, rumen tidak siap untuk memfermentasi pakan tersebut dengan benar. Hasilnya adalah acidosis rumen — kondisi yang menyakitkan dan berpotensi fatal yang juga menghancurkan performa pertumbuhan jangka panjang.

Program Transisi Pakan: Langkah demi Langkah

  • Minggu 1 (Hari 1–7): 100% jerami berkualitas baik. Air bersih ad libitum. Tidak ada konsentrat.
  • Minggu 2 (Hari 8–14): 80% jerami + 20% konsentrat starter (rendah pati, tinggi serat).
  • Minggu 3 (Hari 15–21): 60% jerami + 40% konsentrat. Pantau konsumsi pakan harian.
  • Minggu 4 (Hari 22–28): 40% jerami + 60% konsentrat. Evaluasi kondisi tubuh.
  • Minggu 5–6: Transisi bertahap ke ransum penggemukan penuh sesuai target ADG.

Kesalahan Nutrisi yang Paling Umum

Berdasarkan pengalaman di lapangan feedlot Australia dan Indonesia, ada beberapa kesalahan nutrisi yang berulang kali terjadi dan berdampak besar pada performa dan tingkat kematian.

  • Transisi terlalu cepat ke ransum berenergi tinggi — penyebab utama acidosis.
  • Kualitas jerami yang buruk di minggu pertama — sapi tidak mau makan, dehidrasi.
  • Tidak memantau konsumsi pakan per pen — masalah tidak terdeteksi lebih awal.
  • Formulasi ransum yang tidak disesuaikan dengan bahan baku lokal Indonesia.
  • Tidak menyesuaikan ransum saat cuaca panas ekstrem — intake turun, performa turun.

Memaksimalkan Performa Pertumbuhan

Setelah sapi melewati periode transisi dengan baik, fokus beralih ke memaksimalkan Average Daily Gain (ADG). Target ADG yang realistis untuk sapi Bos Taurus Australia di feedlot Indonesia adalah 1,2–1,6 kg per hari, tergantung pada ras, berat masuk, dan kualitas ransum. Untuk mencapai ini secara konsisten, formulasi ransum harus didasarkan pada analisis bahan baku lokal yang aktual — bukan asumsi atau tabel standar.

Ingin mengoptimalkan program pakan di feedlot Anda? Hubungi Jarrod untuk konsultasi nutrisi yang disesuaikan.

Hubungi Kami